
Minggu, 06 Juni 2010
Penjinak Monster (Oleh: Irfan Aulia, Psikolog AJI Pusat)

Melihat dengan indera lain (AOT Angkatan I AJI Palembang)
Drs Ridwan, salah satu owner AJI di Palembang mengatakan simulasi ini untuk meningkatkan kepekaan anak terhadap informasi dan mampu meresponnya dengan baik. Contohnya, adalah kemampuan anak untuk melihat sesuatu benda dengan mata tertutup.
“Dengan mata tertutup, anak-anak dapat mewarnai gambar tanpa keluar garis, bisa membaca dan mengenali huruf, melihat warna dengan bantuan kulit, penciuman dan pendengaran. Bahkan bisa mengendarai sepeda dengan mata tertutup,”ujar Ridwan didampingi owner lainnya, Ikbal.
Tentu saja, kemampuan ini didapat dengan latihan mengoptimalkan aktivasi otak tengah. Medianya menggunakan teknologi komputer, gelombang audio, pendekatan dan motivasi. “Manfaat aktivasi otak tengah ini adalah bisa meningkatkan konsentrasi, daya ingat, kreativitas, emosi bisa terkendali dan kemapuan belajar meningkat,”tukasnya.
Ustaz H Yuswar Hidayatullah, salah satu peserta, berharap simulasi ini dapat meningkatkan konsentrasi belajar anaknya. “Saya lihat, simulasi ini dengan pancaindra lain, supaya anak saya Abduh (13), kelas 1 SMP bisa lebih fokus lagi dalam belajar,”ujar anggota Komisi III DPRD Provinsi Sumsel dari PKS ini.(mg41)
Otak Tengah Fenomena Karunia Allah yg patut disyukuri (Oleh: Febriansyah, Trainer AOT AJI)
Otak kita merupakan satu nikmat dari sekian banyak nikmat pemberian Allah yg sangat luar biasa utk dsyukuri. menurut Head Strong, Tonny Buzan setidaknya otak kita memiliki 1.000.000.000.000 neuron yg berjarak dengan satu sarafnya 10,08 Km yang kalau diurai panjangnya mencapai jumlah atom se-Jagad raya (Subhanallahu...) karenanya riset semakin membuktikan bahwa kreatifitas dan ingatan manusia adalah tanpa batas. Rogger Sperry mengatakan, "Otak manusia terdiri dari dua belahan otak kiri dan otak kanan yang fungsinya berbeda.". Otak kiri lebih dominan menekankan kata-kata, logika, angka, matematika, dan urutan sedang otak tengah menekankan rasa, seni, musik, gambar, imajinasi,dll. sebagain besar kita hanya mengetahui bahwa hanya ada otak kiri dan otak kanan, padahal komposisi anatomi otak tidaklah sesederhana itu.
berdasarkan research ilmiah ada penemuan terbaru, yaitu tentang Otak Tengah (mid brain) atau bagian tengah otak, yang terdiri dari bagian corpuss callosum, atas cerebellum, tepatnya medulla & pons sebagai pangkal batang otak dan sebagian thalamus yang menjadi penghubung/jembatan (Golden Bridge) antara otak kiri dan otak kanan. pada prinsipnya kerja otak tengah ini adalah menyeimbangkan antara fungsi otak kiri dan otak kanan. Sebenarnya semenjak kita lahir otak tengah ini sudah dlm kondisi aktif (switch on) beberapa fenomena faktanya: seorang bayi yg belum mampu melihat dg baik atau bahkan matanya masih tertutup rapat dapat mengenali mana ibunya dg tepat hnya dengan indera penciuman (hidung) dan peraba (kulit), karenanya wajar ketika bayi menangis dan ibunya masuk ke kamar bayi tsb diam atau ketika digendone dg orang lain dia akan tetap menangis tetapi ketika ibunya yg menggendong ia merasakan kulit ibunya dan diam, ada juga fenomena orang yg tidur bisa berjalan ke dapur hanya utk minum atau ke toilet utk BAK masih dlm kondisi mata tertutup (mungkin dulu kita pernah melakukannya) dan kemudian kembali lagi ke kamar tidur itu juga salah satu fenomena kerja otak tengah dengan mengoptimalkan fungsi indera yg lain selain mata.
sayangnya, sistem pendidikan kita sampai tahun 90-an masih menitikberatkan pada kkerja otak kiri saja, baru diakhir tahun 90-an orang mulai ramai membicarakan tentang otak kanan. itu semua yg membuat otak tengah kita tertidur karena tidak di fungsikan oleh sebagian besar orang. itulah juga yg menjadi dasar penamaan proses dengan istilah aktivasi atau pengaktifan kembali. tidak bisa dipungkiri mata adalah panca indera yg lebih dominan kita gunakan dbanding yg lain. contoh: kita tau rasa makanan pedas hanya dari melihat warnanya yang merah (fungsi lidah sbg indera perasa diambil alih oleh mata dg penglihatan) atau ketika kita minum jamu mencium baunya kita sudah tahu kalo rasanya pahit (fungsi lidah diambil alih oleh hidung) kesimpulannya, sesungguhnya kita bisa mengganti kerja panca indera kita dengan cara melatih meminimalisir indera dominan, yaitu mata dan melatih kepekaan indera yg lain dengan penciuman, pendengaran, perasa, peraba.
nah, kaitannya dgn otak tengah adalah. karena otak tengah sebagai jembatan penghubung antara otak kiri dan otak kanan dapat menyeimbangkan fungsi dari keduanya, selain itu aktivasi otak tengah ini merangsang pertumbuhan sel serabut saraf (tinggal dmana serabut itu tumbuh disekitar indera kita sehingga menjadi optimal), proses mengaktifkan sensor inderawi, memperbesar dan memperlancar penerimaan (receiving) data ke otak. proses aktivasi dengan menggunakan teknologi komputer yg teruji ilmiah, pendekatan NLP dan motivasi dengan pancaran gelombang audio sound sesuai dg frekuensinya.
manfaat dari aktivasi otak tengah ini adalah peningkatan daya ingat, konsentrasi belajar, kreatifitas bertambah, membantu kerja kinestetik, keseimbangan hormonal, kestabilan emosi, membantu anak yang lemah dan hiperaktif, anak menjadi lebih rileks, rasa kepekaan semakin kuat, tanda hasil dari aktivasi otak tengah adalah "blind fold reading". beberapa blind fold reading: bisa melihat dengan mata tertutup, mewarnai, menggambar, menebak warna, gambar, angka, mengenali gelombang tubuh, bersepeda dg mata tertutup, membaca,dll. sebagian besar indikator ini memang menunjukkan cara meminimalisir peran indera dominan (mata) dan mengoptimalkan indera yg lain.

semoga visi mulia AJI "ikut mencerdaskan anak bangsa" bisa berjalan lancar. sekali lagi saya tekankan bahwa yang paling penting adalah manfaat dari aktivasi otak tengah ini bukan blind fold indicatornya karena itu semua adalah indikator saja yg membuktikan bahwa otak tengah kita sudah aktif (panca indera menjadi lebih peka) dan sesungguhnya itu adalah bukti bahwa otak kita ini adalah alat yang sangat luar biasa, lebih canggih dari prosessor komputer modern saat ini. dan itu semua adalah KARUNIA ALLAH swt YANG PATUT KITA SYUKURI...
Wallahua'lam bisshowab
Salam Anak Jenius
* Penulis adalah Trainer Utama Aktivasi Otak Tengah utk AJI Palembang
Kamis, 29 April 2010
DISIPLIN sebagai penentu SUKSES
Tanpa disiplin, seseorang tak akan mampu menyelesaikan segala apa yang telah direncanakannya. Dia tak akan mampu melakukan sebuah strategi secara berkesinambungan untuk meraih tujuan jika tidak punya disiplin. Disiplinlah yang membuat kita berada on track, tak peduli seberapa berat yang dihadapi. Orang yang disiplin tahu apa saja yang perlu dilakukan dan berfokus pada hal itu.
Dimulai pagi hari
Sebetulnya, disiplin tidak usah dibicarakan terlalu muluk. Secara sederhana, sejak pagi dimulai, kedisiplinan tanpa sadar sudah menyertai. Bangun pukul sekian, mandi, kemudian berangkat dari rumah, adalah contoh kecil tentang disiplin.
Banyak orang sukses akan setuju bila faktor disiplin disertakan sebagai salah satu resep keberhasilan mereka. Bila kita bangun dengan kaki yang salah misalnya, sebagai akibatnya kita merasa tidak enak badan, bisa dipastikan bahwa hari itu kita akan lebih tidak produktif ketimbang hari-hari di mana segala sesuatunya berjalan lancar.
Kiat penting untuk mengoptimalkan pagi hari adalah dengan membuat semacam rutinitas kecil. Bangunlah di waktu-waktu yang sama - misalnya pukul 5-6 pagi (bukannya bisa bangun jam lima, bisa juga jam sepuluh nanti), dan kerjakan hal-hal kecil yang efisien, seperti menyiapkan pakaian, atau memanaskan mobil, dan sebagainya. Jangan lupa pula sarapan pagi untuk memberi energi.
Optimalkan waktu kerja
Disiplin tak terlepas dari optimalisasi waktu kerja. Kalau di waktu kerja kita cenderung bermalas-malasan, menunda pekerjaan, dan sebangsa, kapan kesuksesan itu bakal muncul? Singgah saja pun jangan-jangan tak sudi.
Untuk itu, agar kedisiplinan kita berjalan teratur, buatlah daftar tugas setiap hari. Kita bisa membaginya dalam beberapa periode, tergantung dari rutinitas atau proyek yang sedang dikerjakan.
Dengan menuliskan manajemen waktu, kita bisa membayangkan segala tujuan, dan kemudian mengukur efisiebsi kerja kita sendiri. Selain itu, kita juga bisa tahu sebanyak apa kerja yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek tertentu. Dengan melihat hasilnya, kita juga bisa tahu apakah target yang kita tentukan itu gagal atau tidak. Kalau iya, apakah hal itu disebabkan rencana yang tidak layak, atau karena terinterupsi oleh orang lain, atau karena kita sendiri yang tidak disiplin mengerjakan tugas sesuai jadwal.
Seberapa lama ketahanan tubuh?
Setiap orang tentu punya ketahanan tubuh yang berbeda-beda. Ada orang yang tahan bekerja di depan komputer sampai 8-10 jam, ada juga yang tidak. Ukurlah hal ini, lalu terapkan pada daftar tugas.
Misalnya, kalau kita tahu bahwa kita cuma tahan bekerja selama lima jam saja pada hari Jumat - karena harus ke mesjid atau kita sudah terlalu bosan di kantor, maka optimalkan saja kerja lima jam itu. Jam kerja lainnya kita isi dengan kegiatan yang menghibur. Sebab, kalau dipaksakan bekerja sampai 10 jam misalnya, tapi hanya dengan 50% kapasitas kita, itu cuma buang-buang waktu.
Pikiran sehat terdapat dalam tubuh yang sehat
Ini sudah jelas ada dalam buku sekolah anak SD. Dan tak usah diperdebatkan lagi, bila kondisi fisik kita prima, kita juga akan bekerja lebih baik ketimbang ketika kita sakit. Karena itu, jagalah selalu kesehatan.
Seimbangkan kerja dengan hiburan
Catat bahwa kerja hanyalah satu bagian dalam hidup kita. Bila kita meninggalkan kantor, tinggalkan. Jangan bawa dalam pikiran kita, karena seharusnya bagian lain dalam hidup kita yang mengambil alih. Untuk itu, cobalah berdisiplin untuk membagi segala sesuatunya dengan layak.
Sukses bukan cuma di karir saja, tapi dalam kehidupan pribadi kita sendiri. Di sinilah disiplin mengelola hidup kita akan memberikan hasil. Percayalah, hidup ini jauh lebih bermakna ketimbang sekadar mencari uang. (hannie ).
Membangkitkan Potensi Waktu
Manusia akan beruntung bila ia pandai memanfaatkan waktu. Beberapa cirinya adalah; pertama, setiap hari bertambahlah iman dan keyakinannya kepada Allah SWT, sehingga tidak ada saat yang terlewat tanpa menuntut ilmu, karena pupuk iman adalah ilmu. Dengan demikian, ia terus memelihara dan menguatkan keimanannya. Ciri kedua, orang yang beruntung adalah orang yang setiap waktunya diisi dengan sebanyak-banyak amal shalih. Setiap detik selalu diupayakan menjadi amal kebaikan bagi sebanyak-banyak ummat, tidak ada masa yang terlewat sia-sia. Dan, ia tidak pernah risau dengan balasan atau pahala yang akan didapatkan karena, setiap perbuatan pasti akan kembali kepada pembuatnya, tidak akan pernah tertukar.
Selanjutnya, ketiga orang yang selalu menyeru kebenaran. Jika ada orang lain yang meniru perbuatan kita, niscaya kita akan menjadi contoh kebaikan, dan Insya Allah, pahala dari perbuatan orang yang meniru perbuatan baik kita akan mengalir kepada kita. Sehingga jika kita ingin menjadi orang yang beruntung, selalu upayakan diri kita laksana matahari, yang menerangi sebanyak-banyaknya hamba Allah.
Syarat ke-empat, hanya orang-orang yang bersabar dalam menegakkan kebenaranlah yang akan beruntung. Tanpa kesabaran, sulit bagi kita untuk bertahan dalam berbagai cobaan yang mendera.
Jika saja kita senantiasa mentafakuri nikmat watu yang telah diberi dan berusaha selalu mengisinya dengan empat hal diatas, niscaya hanya kebahagiaan yang akan diperoleh, di dunia dan pasti terlebih diakhirat kelak, Insya Allah. Semoga kita termasuk hamba Allah yang selalu istiqomah, tidak jenuh mengoptimalkan potensi waktu dengan berbagai amal kebaikan, dengan iman yang kokoh, tanpa sedikitpun kesia-siaan. Amiin.
Kiat Aa Gym (Journal DPU)
Membebaskan Diri Dari Penjara Manajemen
Oleh: Gede Prama
Dulu, ketika duduk di bangku perguruan tingggi, namun masih amat hijau dalam pengalaman memimpin perusahaan. Terus terang, saya mengalami kesulitan dalam menemukan jembatan penghubung antara apa yang disebut Chris Argyris dari Harvard dan Donald Schon dari MIT sebagai espoused theory (teori yang mendukung) dan theory in used (teori yang betul-betul dipakai di lapangan). Demikian juga ketika mau memahami apa yang disebut Howard Gardner - dalam Frames of Mind - sebagai knowing that (pengetahuan ekspilisit yang biasanya terdiri dari rangkaian prosedur) dan knowing how (pengetahuan implisit yang menjadi jiwa eksekusi di lapangan).
Semakin lama berada di lapangan yang relatif steril dari teori-teori sekolahan, semakin mudah saya membangun jembatan antara dua bentuk pengetahuan yang ternyata tidak mudah disatukan ini. Sekolah memang amat fasih membekali kita dengan espoused theory atau knowing that. Namun, dengan seluruh keterbatasan sekolah, ia lumpuh saat dituntut untuk membekali orang untuk menguasai sekaligus theory in used atau knowing how.
Sebagai pemikir sekaligus pemimpin puncak perusahaan, cukup lama saya menunggu sampai menemukan ah ha ! effect. Dan efek terakhir, persis seperti knowing how yang bersifat tacit alias tidak terucapkan, amat dan teramat sulit untuk mentransfernya melalui kata-kata tulisan maupun lisan. Persis seperti menerangkan teori berenang, menyetir mobil, naik sepeda, main gitar atau mengetik. Di tingkat knowing that, semuanya bisa diwakili oleh kata-kata yang mudah ditulis, dituturkan dan dipahami. Sebut saja menyetir mobil. Mulailah dengan memposisikan persneling dalam posisi netral. Kemudian, start mesin, injak kopling, masukkan persneling satu, dan seterusnya.
Akan tetapi, membuat knowing that tadi ke dalam knowing how (baca : bisa menyetir mobil, berenang, mengetik atau main gitar), diperlukan jembatan yang lama membangunnya, dan berbeda dari satu orang ke orang lain. Dalam contoh lain, setiap pemula dalam mengendarai sepeda selalu dihantui oleh ketidakyakinan untuk bisa menaiki sepeda. Dicoba memulaipun, akan senantiasa ditandai oleh kesalahan dan sejumlah kebodohan. Tidak jarang terjadi malah membawa resiko kecelakaan yang tidak kecil. Akan tetapi, begitu melewati jam terbang bersepeda tertentu - dan ini berbeda dari satu orang ke orang lain - maka secara otomatis kegiatan bersepeda menjadi mudah dan biasa.
Ini juga terjadi dalam mengetik, Dulu, ketika memulai mengetik, saya mencari huruf dan angka satu per satu. Begitu semuanya menjadi biasa, jari-jari seperti memiliki mata dan menemukan huruf dengan mudah dan cepatnya. Dalam bahasa psikologi, it's unconsciously constructed.
Atau secara espoused theory, semuanya menjadi bisa dicapai ketika sesuatu itu menjadi kebiasaan. Persis seperti kesempurnaan ayunan stik golf Tiger Wood yang dibiasakan sejak ia berumur dua setengah tahun. Dan sesederhana apapun sebuah espoused theory, ia tetap tidak bisa menggantikan proses pengalaman yang harus terjadi dalam diri setiap learner.
Ini semua berarti, rangkaian pengalaman (knowing how) yang sifatnya amat pribadi dan unik, memiliki sifat dan karakter yang berbeda dengan teori sekolahan (knowing that). Asumsi sekolah manajemen yang saya tahu, knowing that bisa mempercepat terinternalisasinya knowing how. Dan ini sudah menjadi keyakinan sekolah manajemen dalam kurun waktu yang amat lama. Harvard dengan kebanggaannya akan metode kasus, Cambridge yang meyakini pentingnya teori, atau INSEAD yang mencoba menggabungkan keduanya, hanyalah sebagian kecil bukti dari argumen terakhir.
Namun, di sinilah letak seninya manajemen. Ia tidak pernah menampakkan wajah tunggal yang menjemukan. Namun, senantiasa indah berwarna-warni seperti pelangi. Dalam kasus tertentu, asumsi sekolah manajemen di atas memang ada benarnya. Dalam kasus yang lain, knowing that bukannya mempercepat malah membelenggu proses menuju knowing how.
Saya sendiri mengalaminya. Di tingkatan di mana inovasi dan kreativitas menjadi satu-satunya sumber energi kemajuan, knowing how tidak memerlukan kehadiran dan pacuan knowing that. Dalam banyak keadaan terjadi, knowing that bahkan menjadi racunnya knowing how. Atau, lebih baik tidak tahu knowing that-nya manajemen, dibandingkan tahu tapi diperangkapnya kita sampai beku.
Di titik ini, kalau Krishnamurti pernah membawa orang ke dunia Freedom From The Known, saya berharap bisa membawa Anda ke dunia Freedom From Management. Sebuah semesta berfikir, di mana semua filter manajemen sudah bersih dari kepala. Dan fresh mind hadir di hampir semua kesempatan. Mirip dengan ikan Arwana yang diletakkan bersama-sama ikan kecil yang siap disantapnya dalam satu aquarium. Namun, di tengahnya disekat dengan kaca tembus pandang. Setiap hari ikan Arwana tadi mau makan ikan kecil tadi. Dan setiap kali itu juga ia bertabrakan dengan kaca penyekat.
Setelah sekian waktu berlalu, dan ikan Arwana kelihatan capek dan kesakitan menabrak kaca, bukalah sekat kaca di tengah tadi. Bisa diramalkan, ikan Arwana tidak berani memakan ikan kecil tadi. Demikian juga ikan kecil yang tidak berani menyeberangi bekas sekat kaca tadi.
Nah, kalau ikan Arwana fikirannya perlu dibebaskan dari sekat yang membelenggu, kitapun perlu segera membebaskan diri dari sekat-sekat manajemen.
Buah Dari Servis Excelent
Saat ini olahraga semakin digemari, karena masyarakat mulai menyadari betapa pentingnya kesehatan dalam hidup, yang merupakan aset tidak ternilai bagi manusia. Sehingga begitu banyak sarana dan prasarana yang marak dijual untuk menunjang kegiatan ini. Karena itulah, Bapak Suyitno, memilih untuk membuka usaha toko sepatu sport.
Datang ke Bandung pada tahun 1978, pria asal Kebumen ini bekerja pada sebuah perusahaan yang cukup terkenal di Kota Kembang. Setelah bekerja selama lebih kurang 21 tahun di perusahaan tersebut, beliau memutuskan untuk mengambil pensiun dini. Setelah mengamati peluang usaha yang ada dan melihat kepastian prospek usaha yang dikelola oleh adiknya, Yitno, demikian beliau akrab dipanggil, mulai mempelajari seluk-beluk wirausaha selama satu bulan pada adiknya, tepatnya pada bulan Juli 2000.
Pada bulan Agustus 2000, ayah dari seorang putri dan seorang putra ini menyewa sebuah tempat di Jl. Dipatiukur No.84, yang kemudian alhamdulillah dapat dibelinya. Toko sepatu dengan nama Ozweego ini menjual berbagai macam sepatu olahraga dengan harga terjangkau dan kualitas terjamin.
" Ini adalah buah dari pengalaman saya bekerja di perusahaan selama 21 tahun. Namanya Gugus Kendali Mutu, atau yang biasa disingkat GKM. Konsep pengendalian dan pengelolaan usaha yang diadopsi dari Jepang. Saya mencoba menerapkan konsep tersebut pada toko yang saya kelola," jelas beliau saat ditemui Swadaya di tokonya.
Terlahir dari keluarga wirausahawan, tak heran pria yang saat ini berdomisili di Jl. Taruna Bakti No.3, Cimahi, dengan tangan dinginnya mampu mengelola usahanya dengan baik. Meskipun ia tidak memungkiri, kondisi ekonomi yang serba sulit sekarang ini tak urung membuat omzet penjualan tokonya mengalami penurunan. " Belakangan ini, dalam sehari kami hanya dapat menjual 1-3 pasang sepatu. Padahal, antara tahun 1999 sampai dengan 2000, penjualannya sangat baik," tandas pria berusia 50 tahun ini.
Hal menarik yang dapat dilihat dari toko Ozweego ini adalah jam kerja yang fleksibel bagi para karyawannya, sehingga mereka dapat melaksanakan ibadah shalatnya dengan tenang. Keuntungan discount untuk para members juga merupakan hal menarik lain yang dapat kita jumpai di sini, karena toko ini sudah menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan membership di Bandung. Meski dikelola sendiri, banyak pelanggan yang berasal dari luar kota seperti; Subang, Jakarta,dll.
"Padahal, promosi yang dilakukan selama ini belum optimal. Selama ini informasi yang tersebar baru sebatas dari mulut ke mulut. Service Excellent, pelayanan terbaik adalah suatu hal yang senantiasa kami pertahankan", ujarnya mengakhiri sesi wawancara dengan Swadaya.
Alhamdulillaahirabbil'aalamiin, Allahuma shalli 'ala Muhammad wa'ala aalihi washahbihii ajmai'iin. Saudaraku yang baik, kita semua adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawabannya tentang apa yang dipimpinnya. Ada pelajaran yang sangat penting dari ilmu kepemimpinan Rasulluloh SAW, yakni Syayidul Qoum(pimpinan suatu kaum) adalah Qodimuhu (pelayan yang brkhidmat untuk kaumnya.
Dalam kepemimpinannya, Rasulullah memiliki beberapa tujuan , diantaranya ,yang pertama yakni memimpin peradaban manusia agar terbebas dari kehinaan dan diperbudak dunia. Yang kedua ialah bagaimana agar manusia yang hidup sekali-kalinya ini bisa berkarya sebagai kholifah yang membangun peradaban yang baik, adil, mampu mensejahterakan dirinya dan mensejahterakan orang lain . Dan yang ketiga, Rasullulah memacu manusia untuk terus memperbaiki kualitas dirinya agar menjadi suri tauladan dan jalan dakwah dalam menegakan kebenaran.
Subhanalloh, yang sangat menakjubkan, kepemimpinan Rasulluloh itu ternyata tembus sampai kini. Kita bisa lihat, tidak ada satu pun kegiatan ritual di dunia ini seperti sholat dalam Islam, yang wajib dilakukan sebanyak lima kali sehari, yang semuanya diawali dengan bersuci(berwudlu), kemudian membuat barisan/shaf dengan tertib,dan seluruh dunia menggunakan bahasa yang sama serta arah yang terpusat sehingga tidak pernah ada satu sisi duniapun yang tidak bersujud. Semuanya bergiliran terus-menerus.
Tidak hanya itu, hal-hal ringan pun diatur dalam Islam ,mulai dari cuci tangan sampai buang air, semua ada adabnya, termasuk cara melangkah juga, semuanya menggunakan etika. Jiwa kepemimpinan dari Rosululloh inilah yang sepatutnya terus menerus kita kaji karena warisan besar beliau yang kurang didengungkan yakni tentang Entrepreunership dan Leadership beliau.
Padahal inilah yang menjadi lokomotif penggerak ummat. Karena andaikata seorang pemimpin kurang baik maka bawahannya akan mengikuti, karena pada prinsipnya yang dipimpin itu menduplikasi pemimpinnya. Tetapi jika pemimpinnya mulia dan banyak yang berjiwa seperti Rasul ini akan luar biasa berdampak kepada yang dipimpinnya.
Negeri ini konon memiliki penduduk 220 juta jiwa, tetapi tampaknya kita seperti kesulitan dalam mencari sosok pemimpin yang benar-benar bisa diterima oleh banyak kalangan, walaupun memang tidak akan pernah ada pemimpin ideal yang bisa diterima oleh semua. Nabi Muhammad SAW saja yang begitu sempurna, tetap ada yang tidak menerima beliau, ada yang mencaci,memaki bahkan memerangi padahal akhlak dan tujuan beliau begitu sempurna dan mulia.
Dalam kehidupan manusia selalu ada pihak yang pro maupun kontra, tetapi setidaknya kita bisa merenung "mengapa kita sulit mencari pemimpin di lingkungan manapun?" baik dari lingkungan RT,RW,Kecamatan,Bupati, Walikota, persusahaan,begitu juga dengan Gubernur atau Pemimpin di Departemen atau Pasukan , kita tampaknya menemui kesulitan untuk itu.
Semua ini kemungkinkan karena kita belum mentradisikan latihan kepemimpinan yang dimulai dari rumah sehingga rumah tangga kita tidak menghasilkan kader-kader Pemimpin yang bermutu tinggi. Menjadi Pemimpin itu tidak identik dengan punya kemampuan memimpin,karena ada yang memiliki jabatan pemimpin karena diangkat,atau ada juga yang diberikan kepercayaan karena kemampuannya.
Kita membutuhkan sebuah pergerakan baru dalam tatanan bermasyarakat, yang diawali dari rumah tangga agar bagaimana caranya membangkitkan kemampuan memimpin dari seorang ayah yang mampu memimpin dengan baik,seorang ibu dan anak-anak pun dilatih untuk memiliki pola kepemimpinan yang baik dan ini harus dipahami untuk dimiliki sehingga menjadi aset terbesar di negeri ini.
Qulukum ro in semua kamu adalah Pemimpin, dan Islam mengajarkan setiap orang itu harus memiliki jiwa kepemimpinan. Minimal ada 3 hal yang harus dilatih dirumah :
1. Memiliki kejelasan visi, mau di bawa ke mana rumah tangga ini ? suami, istri harus mempunyai visi, begitu juga anak-anak harus dilatih tentang visi kehidupannya. Setiap anggota keluarga harus terlatih memiliki kemampuan berstrategi membuat perencanaan.
2. Bagaimana menggali potensi,karena kadang-kadang anak tidak sesuai dengan keinginan kita,padahal anak-anak didesain oleh Alloh berbeda satu sama lain dan belum tentu sama dengan orang tuanya. Kita !, kalau tidak hati-hati, potensi anak yang ada bisa hilang akibat keinginan kita yang keliru.
3. Kemampuan memotivasi satu sama lain, misal ayah mampu memotivasi keluarganya, begitu juga ibu, dengan demikian anak-anak menjadi bijak. Kemampuan memotivasi itu merupakan ciri pemimpin yang baik,dia mengajari tanpa menggurui,dia mengajak tanpa memaksa,dan ini keterampilan penting dalam ilmu kepemimpinan.
4. Kalau kita diberi amanah oleh Alloh menjadi seorang pemimpin,harus disempurnakan dari awal sampai akhir sebagai pertanggungjawaban kita. Kita ambil contoh, ketika ada tamu ,Rasul menganjurkan mengantar tamunya sampai pintu keluar,semuanya itu gambaran kesempurnaan dan itulah pelajaran yang sangat penting dari ilmu kepemimpinan Rasulluloh SAW. Wallahu a'lam(mikha/and)www.manajemenqolbu.com***
Rabu, 28 April 2010
The Power of Networking
~ William Blake
Kurang lebih William Blake mengungkapkan bahwa setiap mahkluk di dunia ini memerlukan satu sama lain untuk dapat berprestasi dan hidup bahagia. Meskipun kita berada di era modern, dimana segala sesuatu dapat dikendalikan dengan tehnologi mutakhir, tetapi kesuksesan berprestasi dan kebahagiaan kita masih sangat bergantung terhadap keberhasilan menciptakan networking .
Dalam dunia usaha lazim dikatakan kita tidak bekerja jika tidak membangun networking atau hubungan sosial. Dengan kata lain menjalin hubungan sosial dengan siapa pun menjadi bagian penting dalam segala aktivitas kehidupan, entah pada saat kita di tempat kerja, di rumah, lingkungan rumah, tempat umum dan perbelanjaan dan lain sebagainya. Apa sebenarnya arti networking sehingga berdampak sangat besar terhadap kehidupan kita?
Networking adalah membangun hubungan dengan orang lain atau organisasi yang berpengaruh terhadap kesuksesan pofesional maupun personal. Karena networking lebih dari sekadar berkenalan, melainkan berbagi potensi dan informasi, mendapatkan integritas dan mempengaruhi, dan menciptakan visi yang mengarahkan kemampuan masing-masing individu untuk melakukan sesuatu terhadap orang lain.
Pengertian tersebut tak berbeda dengan pendapat Dr. Frank Minirth dalam bukunya berjudul You Can . Ia mengungkapkan bahwa networking adalah seni berkomunikasi satu sama lain, berbagi ide, informasi dan sumberdaya untuk meraih kesuksesan individu ataupun kelompok. �Networking is a process of getting together to get ahead. It is the building of mutually beneficial relationship. � Networking adalah proses kebersamaan. Selain itu networking merupakan jalinan hubungan yang bermanfaat dan saling menguntungkan,� tandasnya. Secara garis besar dalam membangun networking haruslah berlandaskan prinsip saling menguntungkan dan komunikasi dua arah.
Bila banyak orang merasa kurang berhasil membangun networking karena mereka hanya berkenalan atau bertukar kartu nama. Setelah tiba di rumah, kartu nama itu hanya memenuhi laci meja kerja dan sulit mengingat lagi siapa mereka. Sedangkan membangun kekuatan networking hanya bisa dikerjakan dengan cara yang terorganisasi. Saya akan menguraikan beberapa tips keberhasilan membangun kekuatan networking .
Langkah pertama adalah menanamkan pola pikir yang didasari rasa cinta terhadap orang lain. Pada kenyataannya orang-orang lebih senang membicarakan tentang diri mereka sendiri. Mereka akan selalu berpikir, �Apa yang bisa saya peroleh?� atau �Apa keuntungan percakapan ini untuk diri saya sendiri?� Bila kita mampu menunjukkan ketertarikan terhadap apa yang mereka pikirkan ataupun katakan, maka kita akan mendapatkan banyak keuntungan.
Keuntungan pertama kita akan mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya dalam kesempatan pertemuan singkat tersebut, misalnya informasi tentang anak-anak, usaha mereka atau hobi yang sedang mereka jalankan saat ini. Informasi lebih banyak tentang diri pribadi mereka sangat penting guna memberikan perlakuan yang paling tepat, di sisi lain mereka juga pasti terkesan pada diri kita. Tetapi mungkin orang lain enggan bercerita jika kita tidak menunjukkan sikap dari keinginan yang tulus. Jadi kita harus bersikap sebaik mungkin tanpa unsur dibuat-buat.
Langkah lain adalah menciptakan tujuan. Dengan demikian kita akan mampu memvisualisasikan siapa saja yang harus kita dekati. Sehingga tak perlu membuang waktu dengan mengikuti perkumpulan yang tidak berhubungan dengan target yang ingin kita capai.
Tetapi sebaiknya kita tidak mendekati sampai lusinan orang dalam setiap kesempatan. Ketika kita mampu menciptakan jalinan hubungan baik dengan tiga orang saja dalam setiap kesempatan itu sudah cukup. Karena kekuatan networking terletak pada kualitas dibandingkan kuantitas atau jumlahnya.
Sesudah itu, maksimal dalam 72 jam kita harus berusaha menjalin komunikasi dengan mereka agar mereka tidak melupakan kita begitu saja. Langkah yang bisa kita lakukan adalah mengirimkan kartu pos, mengirimkan e-mail, surat, menelpon seraya mengungkapkan kebahagiaan kita mendapatkan kesempatan bertemu mereka atau menanyakan kabar tentang anak-anak, usaha, maupun hobi yang sedang mereka kerjakan.
Cara lain adalah mengirimkan sesuatu dan menyampaikan kesan mendalam sekaligus keinginan untuk bertemu mereka suatu saat nanti, dan lain sebagainya. Ciptakan berbagai langkah menciptakan jalinan komunikasi, karena hal itu akan membuat mereka lebih mengingat kita. Sehingga apabila suatu ketika kita menghubungi atau bertemu lagi, mereka akan dengan mudah mengingat dan menjalin keakraban dengan kita.
Untuk dapat menciptakan networking, kita juga dituntut bersikap sabar tetapi aktif dan proaktif dalam memberi, entah dalam bentuk pelayanan atau kontribusi lainnya kepada perorangan maupun grup. Milikilah nilai tersendiri bagi orang lain, dengan menciptakan kerjasama yang memberikan kemudahan dan berbagai nilai yang menguntungkan mereka.
Selain itu kita juga harus bersikap lebih cerdas dan selalu menyampaikan informasi yang akurat atau tidak mengada-ada. Caranya adalah dengan terus belajar banyak hal setiap ada kesempatan. Dengan demikian, kita akan lebih dikenal dibandingkan orang lain karena kelebihan ilmu pengetahuan yang kita miliki.
Sementara itu kita harus selalu meluangkan waktu untuk melakukan komunikasi guna mengembangkan dan mempertahankan hubungan tersebut. Salah satu alasannya karena tak ada jalan pintas dalam mengembangkan dan mempertahankan networking kecuali kesinambungan komunikasi. Kalaupun ada cara tercepat mengembangkan networking menurut Joe Girald adalah menjalin hubungan dengan orang yang sudah mempunyai jaringan cukup besar. Tetapi Joe Girald dalam bukunya The Greatest Salesman In The World , menyatakan bahwa kesinambungan komunikasi sudah dapat memperluas networking . Ia berpendapat orang biasapun memiliki sekurang-kurangnya 250 orang yang cukup dekat dalam kehidupannya.
Kesinambungan komunikasi dengan orang lain benar-benar kunci keberhasilan kita membangun networking . Berdasarkan sebuah penelitian, sebagian besar orang tidak akan pernah menyadari sedang memerlukan orang lain sebelum berkomunikasi dengan orang yang bersangkutan selama 8-10 kali. Jangan pula berkeinginan untuk menunda menjalin komunikasi dengan orang lain, karena selain tak mendapatkan hubungan baru kita juga akan kehilangan semangat baru.
Secara garis besar kita sangat membutuhkan networking untuk menjadikan kehidupan kita lebih sukses dan bahagia. Betapapun kita sangat ahli di bidang tertentu, mampu menginspirasi tim kerja, ahli dalam bernegosiasi dan memasarkan produk, dan berbagai kemampuan lainnya, tetapi semua itu selalu berkaitan dengan orang lain.
Kalaupun mungkin kita tak berpikir dapat membangun sebuah bisnis yang beromzet puluhan atau ratusan juta rupiah. Tetapi dengan memiliki networking yang besar dan berkualitas, semua itu bisa saja terjadi. Kesempatan untuk mendapatkan impian yang kita inginkan akan semakin terbuka lebar bila kita berhasil membangun networking yang besar dan berkualitas.
Mengarungi Samudera Motivasi
1. Saya tidak bisa
2. Saya tidak mampu, sebab …
3. Pendidikan saya rendah
4. Saya sudah terlalu tua
5. Saya masih muda
6. Saya selalu bertindak salah
Cara Memotivasi diri :
HAMBATAN TUMBUH MOTIVASI
1. Kurang percaya diri
2. Kecemasan berlebihan
3. Opini negatif
4. Merasa bukan bagian dari KELOMPOK
Rumus Rumus Motivasi
1. Harus diciptakan dan diperbaharui secara terus menerus.
Ibarat sebuah gergaji, maka harus terus dikikir (diasah), tidak ada satu haripun tanpa di asah. Kenapa ? Sebab motivasi seseorang akan cepat berubah, tergatung di mana dia berada dan dengan siapa dia bergaul. Lingkungan yang kondusif akan memberikan dampak dan memberikan pengaruh positif.
Tidak ada perubahan yang signifikan, jika diri sendiri tidak ingin meningkatkan. Semakin sering, maka semakin baik pula perubahan itu terjadi.
2. Berpartisipasi dalam kelompok dapat menggugah motivasi
Segera mencari orang-orang yang mempunyai visi dan cita-cita besar. Oleh karena itu perlu dibangun organisasi yang memiilki tujuan sama. Dengan memiliki tujuan yang sama akan menggugah diri kita ketika suatu saat terjadi penurunan motivasi.
3. Kebersamaan dalam kelompok dapat memotivasi
Tidak bisa kita seorang diri membangun motivasi. Sebab, lingkungan pengaruh luar sangat deras mempengaruhi dan merubah diri kita. Dengan mencari orang-orang yang mempunyai kesamaan motivasi akan membangun kebersamaan.
4. Kita harus termotivasi agar dapat memotivasi
Sebagai manusia yang memiliki akal dan kemauan, maka jelas setiap orang ingin perubahan. Perubahan itu jelas ke arah perbaikan. Oleh karena itu, memotivasi diri untuk tetap memiliki motivasi harus segera diwujudkan. Dengan motivasi tinggi, maka apapun persoalan yang ada akan dengan cepat teratasi.
Selasa, 27 April 2010
Meraih Sukses
they change what in themselves.”
Ar-Ra’d : 11
Mengarungi samudera kehidupan, kita ibarat para pengembara. Hidup di dunia sebuah perjuangan …untaian nasyid. Life is a struggle, there is no life without struggle (Reza M. Syarief). Kita harus memiliki motivasi untuk hidup.
Bernard Berbson dan Gary A. Steiner mendefinisikan motivasi sebagai :
“All those inner striving contions variously described as wishes, desires, needs, drives, and the like.” Atau sebagai kondisi internal kejiwaan dan mental manusia seperti aneka keinginan, kebutuhan, dorongan dan kesukaan yang mendorong individu untuk berperilaku kerja guna mencapai kepuasan atau mengurangi ketidak seimbangan.
Menurut teori Hirarki Kebutuhan Maslow factor-faktor pendorong seseorang melakukan kerja ialah :
Manusia berprilaku atau beraktivitas karena adanya kebutuhan untuk mencapai/memperoleh suatu tujuan (goal). Dengan adanya kebutuhan (need) dalam diri seseorang maka akan muncul dorongan (motivation) sebagai penggerak. Sehingga setiap individu berupaya seoptimal mungkin mencapai tujuan yang ditargetkan tersebut hingga ia mengalami kepuasan (satisfaction). Siklus melingkar terjadi berulang-ulang. Apabila sebuah tujuan telah dicapai maka manusia berusaha membuat sasaran baru sebagai bentuk pemuasan kebutuhan hidupnya.
Hidup manusia senantiasa berubah mengikuti perubahan waktu /jaman yang senantiasa terus bergerak. Berbagai upaya dilakukan oleh setiap manusia untuk mempertahankan hidupnya, dan keturunannya agar tak menjadi fosil-fosil yang tak bernilai karena tak ada prestasi yang terukir semasa hidupnya.
Setiap makhluk harus berjuang agar kelangsungan hidupnya tetap terjaga. Belajar dari Dinosaurus (makhluk purba) yang saat ini tak bisa kita raba lagi tubuhnya, tak mampu lagi kita mendengar raungannya kecuali dari televisi, film, majalah. Karena mereka telah punah ! Kepunahannya disebabkan oleh berbagai hal diantaranya :
- Takdir (setiap yang hidup akan mati)
- Bencana alam
- Ketidakmampuan beradaptasi
- Kalah dalam persaingan
- Lamban melakukan regenerasi
- Dibantai oleh binatang pemakan daging
- Dll
Cobalah renungkan ! Tidakkah hal itu pun bisa terjadi pada diri setiap manusia, diri Anda ?
Jika disimpulkan, ada 3 C yang harus dihadapi oleh manusia yaitu ;
1. Change (perubahan)
Setiap yang ada di dunia ini mengalami perubahan. Teknologi dan informasi terus mengalami perubahan, setiap detik, setiap menit ada saja info baru yang muncul dari kejadian/peristiwa yang berlangsung dalam kehidupan ini. Anda pun berubah dari seorang bayi - anak-anak – tumbuh dewasa – tua. Tidakkah kita sadari bahwa shalat kita pun menandakan sebuah proses perubahan manusia, terkadang kita berdiri tegap – ada saatnya kita membungkuk (ruku’) – namun tak lupa kita pun menyadari bahwa suatu saat nanti kita akan kembali (sujud). Pola pikir dan kinerja setiap individu harus menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi. Apa jadinya jika di era teknologi komputerisasi saat ini, kita masih berkutat dengan mesin ketik manual – bukan tak mungkin kita dianggap sebagai ‘Gatek’ – Gagal Teknologi. Everything is Changing.
2. Competition (persaingan)
Populasi bertambah maka bertambah pula pesaing hidup kita. Seiring dengan pertambahan itu ternyata tak diikuti oleh pertambahan jumlah lapangan kerja, lahan tempat tinggal, dan makanan yang tersedia. Contoh sederhana di negara Indonesia tercinta ini persaingan dunia kerja tak hanya datang antar pribumi melainkan pun datang dari luar negeri. Banyak pekerja asing dengan mutu tinggi namun bayaran murah menguasai perekonomian Indonesia. Ternyata kita bersaing tak hanya dengan orang Indonesia saja tetapi kita bersaing dengan orang-orang Amerika, German, Jepang, Korsel. Kita bersaing dengan mereka dari sisi intellektualitas (mutu). Belum lagi persaingan kotor yang mendominasi saat ini, sogok atas-tonjok bawah-sikut kiri-sikut kanan- itulah kenyataan yang terjadi. Kompetisi senantiasa terjadi, hanya merekalah yang memiliki kemampuan, keahlian, kesiapan, dan keberanian mengalahkan pesaing-pesaingnya yang disebut pemenang. Anda Berkualitas ? Are You Ready ?
3. Challenge (tantangan)
Hidup manusia senantiasa dihadapkan oleh berbagai tantangan, ujian, masalah atau musibah. Namun banyak diantaranya menghindar dari tantangan/masalah yang ada. Takut !. Kegagalan, cemoohan, tertawaan senantiasa membayangi setiap aktivitas,. Kesuksesan manusia menuntut kemampuan setiap individu untuk melihat dan mengatasi berbagai tantangan yang menghadang dan merubahnya menjadi sebuah peluang yang tak boleh disia-siakan Kesemuanya itu haruslah dihadapi, tidak untuk ditakuti. Ready for Challenge ?
Perubahan, persaingan dan tantangan yang terus bergulir mengajak manusia untuk terus belajar dan berbuat sera mengoptimalkan segenap potensi yang dimiliki untuk mampu bertahan hidup. Hidup manusia senantiasa berubah mengikuti perubahan waktu /jaman yang senantiasa terus bergerak. Berbagai upaya dilakukan oleh setiap manusia untuk mempertahankan hidupnya dan keturunannya agar tak menjadi fosil-fosil yang tak bernilai karena tak ada prestasi yang terukir semasa hidupnya. Keluar dari zona nyaman saat ini menuju zona tantangan. Dari kondisi biasa-biasa saja menjadi luar biasa. Terkadang manusia lebih menyukai kenyamanan dirinya bersama sahabat yang bernama putus asa, pesimis, bosan dan malas. Banyak manusia yang senantiasa merawat sahabat-sahabat itu hingga ia tumbuh subur dalam hati sanubari. Dampaknya adalah keengganan untuk menghadapi kenyataan, berbuat atau bangkit dari kesalahan. Yah inilah saya… sudah takdirnya begini…sederetan ucapan menyerah. Nasib kita takkan berubah jika kita tak ada kemauan untuk merubahnya. “Allah takkan merubah nasib suatu kaum hingga mereka merubahnya sendiri.” (Al Ra’d : 11). Manusia adalah makhluk yang memiliki banyak kelemahan. Terkadang ia akan melakukan kesalahan tanpa disadari, bukan suatu kesengajaan. Kebangkitan terbesar adalah di saat Anda menyadari kesalahan, berusaha memperbaikinya dan tak melakukan kesalahan itu dua kali
Untuk meraih kesuksesan, gunakan B.M.S. Yoeng’s formula yaitu :
Berani
Berani berarti Anda memiliki motivasi dan keyakinan diri (self awareness) akan potensi yang dimiliki. Allah SWT telah memberikan 3 potensi besar yang harus dioptimalkan yaitu Brain (akal), Body (jasad), dan Soul (ruh). Sayangnya potensi dalam diri (inner power) ini hanya terbatas dimunculkan pada orang-orang yang memiliki keyakinan (show up your potention). Impossible, gak mungkin, takut … itulah sederetan noda yang banyak melekat pada baju jiwa. Begitu besar noda itu hingga sulit dan butuh waktu lama untuk menghilangkannya, kecuali sang pemilik baju sadar akan keterpurukannya – yang lambat laun akan mengajak jiwanya masuk pada komunitas orang-orang kalah. Ingat La insyakartum la adzidanakum wala inkafartum inna azabi lasyadid. Berani berarti tak takut berbuat salah atau mengalami kegagalan, tak ada keragu-raguan dalam diri. Resiko adalah konsekuensi yang harus dihadapi. Rubah Impossible menjadi I’m Possible. Push yourself !
Mencoba
Mencoba berarti bertindak, berusaha (action). Berarti sebuah usaha memulai sesuatu, menggerakkan seluruh anggota tubuh – pikiran, hati,dan jasad – untuk membuktikan keyakinan yang telah tertanam dalam sanubari. Kita tak akan tahu akibat yang timbul dari sikap berani kita jika kita tak mencobanya. Tak perlu takut terhadap kesalahan yang terjadi saat Anda melakukan sebuah percobaan. “Impian yang tak terlaksana adalah impian yang terpenjara oleh musuh nomor satu, yakni takut gagal” (Dexter Yager). Terus mencoba, bangkit dari kegagalan. Kegagalan adalah di saat Anda terjatuh dan tak mau bangkit kembali. Kegagalan adalah di saat Anda tidak memulai satu kata ; Mencoba ! “Musibah terbesar adalah keputusasaan” (Ali bin Abi Thalib ra). Setiap kegagalan adalah suatu pelajaran yang mendorong seseorang untuk mencoba pendekatan baru yang tidak pernah dicoba sebelumnya. Cari berbagai alternatif cara.
Sekarang
Sekarang berarti bukan tergesa-gesa. Sekarang adalah dengan perencanaan, strategi. Sekarang berarti tidak menunda-nunda. Rubahlah kebiasaan diri Anda mulai saat ini. Ingat Abdullah bin Mas’ud berkata tentang waktu yang terbagi 3 bagian :
1. Kemarin (yesterday)
Yang kita tak berpengharapan lagi padanya. Ia sudah berlalu takkan mungkin kembali. Darinya kita memperoleh pelajaran berharga.
2. Saat ini (today)
Yang kita raih kesuksesan dan keberhasilannya. Ia akan menggilas kita bila kita tak memiliki kesiapan menghadapinya.
3. Esok hari (tomorrow)
Yang kita tak tahu apakah kita ahlinya. Apakah skenario kehidupan kita masih terus berlanjut atau terhenti ?
Formula 13 B untuk meningkatkan motivasi diantaranya :
1. Buatlah sebanyak mungkin alasan-alasan (manfaat) Anda melakukan suatu pekerjaan.
2. Berniatlah dengan sebaik-baiknya niat untuk mencapai sukses - meraih tujuan Anda
3. Berbicaralah pada diri sendiri, karena hal itu akan membangkitkan semangat jiwa Anda
4. Bingkailah bibir Anda dengan senyum tulus yang dapat mempengaruhi hati –jiwa dan raga- hingga kita terasa ringan melakukan amal kita.
5. Berpikirlah positif dan berpikir bisa terhadap tujuan atau sasaran yang hendak dicapai.
6. Buanglah prasangka buruk tentang diri Anda
7. Bangkitlah dengan cepat dari sifat malas, jauhkan sifat buruk yang membuat Anda terasa nyaman dengannya (menunda-nunda, bosenan, dll)
8. Budayakan rasa cinta pada pekerjaan atau aktivitas Anda
9. Bergaulah dengan orang-orang soleh, aktif, berprestasi, penuh semangat, dan selalu berpikir positif agar Anda dapat tertular sifat-sifat baik dari mereka.
10. Belajarlah dari kegagalan yang telah kita buat di masa lalu, atau kegagalan orang lain
11. Buatlah model sukses dari orang-orang sukses yang menurut Anda pantas.
12. Bayangkan kemenangan atau kesuksesan yang diraih apabila Anda berhasil mencapai tujuan Anda.
13. Biasakan untuk memulai sesuatu dengan memohon doa kepada Allah sebagai ‘The Unlimited Power’
Jika Anda akan memulai sesuatu cobalah jawab 3 Pertanyaan (TRIPLE QUESTION) singkat berikut ini, yang dapat dijadikan pedoman dalam mencapai sukses Anda :
1. MENGAPA SAYA MELAKUKAN INI ?
Hal ini berkaitan dengan alasan atau manfaat yang ditimbulkan dengan kita melakukan pekerjaan atau mencapai tujuan itu. Jika Anda memiliki banyak alasan dalam waktu yang singkat, maka dapat dikatakan Anda berada pada posisi ‘High Level Motivation’
2. APA UNTUNGNYA JIKA SAYA MELAKUKAN INI ?
Hal ini berkaitan dengan ‘reward’, hasil yang diraih. Setiap manusia memiliki kecenderungan dalam melakukan sesuatu didasari karena tahu dan paham akan manfaat dari aktifitasnya (amal) terutama bagi dirinya, atau keluarga. Tinjauan keuntungan ini tidak selalu dari segi materi (sementara) melainkan sesuatu yang dapat bersemayam dalam diri –hati sanubari- ialah nilai-nilai spiritual. Nilai inilah yang bertahan lama.
3. APA KERUGIANNYA JIKA SAYA TIDAK MELAKUKAN INI ?
Hal ini berkaitan dengan pola pikir positif kita yang menyatakan bahwa akan terjadi suatu dampak buruk apabila kita tak melakukan hal yang diyakini. Bukan sebuah ketakutan yang membuat bimbang diri kita apabila kita telah melakukan aktifitas (amal), melainkan sebuah nilai tambah yang menyemangati jiwa dan raga kita. Perhatikan kata TIDAK pada pertanyaan tersebut.
Formula ‘3 M’ atau ‘Triple S’ (Aa Gymnastiar) pun dapat Anda adopsi :
Mulailah Dari Diri Sendiri. (Start From Yourself)
Mulailah Dari Yang Kecil. (Start Small)
Mulailah Dari Sekarang. (Start Now)
“You are what you think - Anda adalah apa yang Anda Pikirkan”
Ya … itulah diri Anda. Suatu pola pikir yang mengajak Anda menilai diri sendiri. Jika Anda berpikir bahwa pada diri Anda banyak terdapat kekurangan maka secara otomatis hati, akal , dan jasad pun merefleksikannya secara negatif. Hendaknya kita senantiasa terpola cara berpikir yang positif, jauhkan pandangan buruk atau perkataan negatif yang muncul dari orang lain yang menilai buruk diri kita. Mereka tak tahu wujud asli kita sebenarnya, hanya kitalah yang tahu dan hanya kitalah yang merasakannya.
Beberapa kalimat yang merefleksikan buruk diri kita, apabila kita biarkan akan menghambat laju perkembangan diri maka segeralah buang jauh-jauh….diantaranya :
1. I am not Clever (Saya tidak Pandai)
2. I am not Handsome or Beauty (Saya tidak Ganteng atau Cantik)
3. I am not Lucky (Saya tidak Beruntung)
4. I am not Talented (Saya tidak Berbakat)
Katakanlah : …….” I am O K – I am better – I am fine”
Success is a long journey. Sukses adalah perjalanan yang panjang. Sukses dunia-sukses akherat, itulah yang setiap individu inginkan. Raihlah kehidupan dunia seolah-olah engkau akan hidup selamanya, kejarlah akherat seolah-olah engkau akan mati keesokkannya (Ali bin Abi Thalib ra.). Kesuksesan seseorang terlihat saat ia mampu melahirkan generasi baru yang lebih baik. Orang yang memberi ialah mereka yang memiliki. Orang yang sukses adalah karena mereka memiliki potensi dan mampu membuka tangan, pikiran dan hati untuk mentransfer potensinya kepada yang belum memiliki. Kesuksesan seseorang adalah disaat mereka mampu menginternalisasikan nilai-nilai ‘Four Factors For Your Future ; Spiritual, Emotional, Intellectual, and Physical’ (Visi TRUSTCO) dalam dirinya.
Kesuksesan yang kita raih adalah berkat pertolongan tangan-tangan yang memiliki kekuatan ‘super power’ yang dimiliki oleh ‘Sang Kreator’ yaitu Allah SWT. Ia-lah yang memiliki kekuatan untuk merealisasikan karena manusia hanya bisa merencanakan. La haula walaa quwwata illaa billaah. Masihkah Anda ingin seperti Dinosaurus ? Baarokalloohu lakum, Semoga Allah memberi keberkahan kepada Anda.
Self Image
Citra adalah kumpulan kesan yang membentuk gambaran total. Citra adalah proyeksi dari kenyataan dalam pikiran manusia. Citra adalah akibat dari apa yang telah Anda lakukan. Citra adalah apa yang kita lakukan dan apa yang tidak kita lakukan (What you do and what you don’t do). Citra adalah akibat dari proses komunikasi, kuncinya apa yang dikomunikasikan dan apa yang tidak dikomunikasikan. Citra adalah informasi yang bernilai yang dikomunikasikan, data dan fakta yang dikerjakan dan yang tidak dikerjakan, dari yang baik dan buruk hingga terbentuk opini Citra adalah hasil akhir dari suatu tindakan yang kita lakukan secara konsisten. Ia merupakan proyeksi dari suatu kenyataan, refleksi dari yang sebenarnya kita lakukan, bersifat dinamis.
Apa Manfaat Citra Bagi Kehidupan ?
Hubungan citra dengan persepsi ialah kesan seseorang dipengaruhi oleh cara pandang (persepsi) Fakta yang sama dapat ditangkap berbeda dengan persepsi yang berbeda. Sehingga citra atau gambaran total yang ditangkap orang juga sangat tergantung dari cara pandang orang yang mengalaminya (diri kita). Citra diri kita menentukan prilaku orang lain terhadap diri kita. Citra harus merefleksikan kebenaran. Citra terpenting adalah citra dari pihak yang penting bagi kita. Kita harus tahu benar citra yang timbul tentang diri kita itu datangnya dari siapa.
Citra yang positif tentang diri kita berdampak pada ;
1. Kepercayaan orang terhadap kita (trust)
2. Reputasi
3. Kredibilitas
4. Kompetensi kita
Bagaimana Citra Tercipta ?
Pihak yang dinilai menginginkan dirinya dipersepsi dan memiliki citra sesuai dengan yang diinginkannya, sehingga pihak yang ingin membangun citra cenderung banyak menghabiskan tenaga dan biaya untuk mencapai citra yang dikehendaki.
Citra yang objective justru merupakan kesan dari pihak luar, bukan kesan dari dalam, bukan kesan dari pihak yang ingin menciptakan citra. Citra yang dipandang dari pihak luar ini jarang sekali sama dengan citra yang ingin dibangun oleh pihak yang ingin dinilai. Cara pandang orang tentang diri kita tergantung cara pandang mereka dengan kacamata yang menurut mereka tak dipengaruhi oleh orang lain. Namun citra yang terbentuk dari pihak luar (selain diri kita) adalah sangat sulit diciptakan, sebab seseorang hanya mau percaya terhadap sesuatu yang menurut persepsi mereka benar, setiap usaha untuk mengoreksi cara pandang mereka cenderung dicurigai dan sulit dituruti.
Ada pendapat yang mengatakan adalah lebih baik menjadi yang pertama dibandingkan menjadi lebih baik. Hal ini dipengaruhi bahwa setiap orang hanya mau memandang sesuai ddengan kacamata atau cara pandang yang menurut mereka tidak dipengaruhi oleh siapapun.
Contoh :
a. Siapa orang yang pertama ke bulan ? Neil Amstrong
b. Apa nama gunung tertinggi di dunia ? Mount Everest
c. Siapa orang pertama menginjakkan kaki di benua Amerika ? Columbus
d. Dll
Dengan demikian jadilah yang pertama dalam ingatan orang. Orang Indian sudah menginjakkan kakinya di benua Amerika sebelum Columbus namun bukan dalam persepsi orang-orang eropa.
Jadilah yang pertama dalam persepsi mereka (orang lain).
Menurut gambar 2, Citra diri kita tergantung dari suasana hati, sebagai sumber aktifitas hidup didunia. Apa bila ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya – tak hanya keburukan dari dalam yang terlihat tetapi juga mempengaruhi tampilan luar kita. Hati akan mempengaruhi Pikiran dan Pikiran akan mempengaruhi Lisan yang terucap lalu Lisan tercermin dalam Tingkah laku sehingga menjadi Kebiasaan kemudian kebiasaan yang terus menerus dilakukan tumbuh berkembang menjadi Karakter dan menguat dalam bentuk Akhlak. Oleh karena itu pastikan suasana hati Anda terjaga dengan baik.
Citra tergantung dari :
1. What Do We Have ? Apa yang Kita Punya ?
Banyak orang yang tak mengetahui potensi terbaik mereka. Kurang mengoptimalkan dan bahkan belum tahu cara memunculkannya. Kekuatan dalam diri (Inner Power) dengan sifat-sifat alami atau fitrah Ilahiah itulah yang mereka belum menyadari dan memahami artinya bagi kehidupan di dunia ini. Selain itu cobalah menginventarisir produk fisik (Eksternal Power) yang dapat terlihat oleh orang lain. Silahkan Anda daftar apa yang menjadi potensi diri dan kekuatan Anda sehingga orang lain mempercayai Anda !
2. What Do We Do ? Apa yang Kita Lakukan ?
Meludah sembangan ! Apa yang kita lakukan hal kecil namun dampaknya besar. Banyak yang menuding kita orang yang jorok, tak tahu etika, penyebar virus, dll. Apa yang kita lakukan menurut kita biasa-biasa saja tetapi persepsi yang timbul dari orang lain tentang kita begitu luar biasa mampu memberikan citra buruk bagi kita. Tanpa disadari pada diri kita, banyak berharap orang mau merubah dirinya namun terkadang kita melupakan atau gak peduli dengan diri sendiri, Orang lain disuruh rapi tetapi dalam aktivitasnya ia berantakan, harapannya sih setiap orang mau berbicara lemah lembut terhadap orang lain, tetapi dari lisannya sering muncul kata-kata kotor yang menyakiti orang lain, inginnya agar orang lain datang tepat waktu, tetapi dirinya suka molor terlambat, maunya sih karyawan mempertahankan pelayanan baiknya pada pelanggan, tapi dia sendiri masa bodoh dengan pelayanan, dan masih banyak lagi. Hal tersebutlah yang mengikis sedikit demi sedikit reputasi kita..
Think the Best – Do the Best – Berpikir dan Lakukan yang terbaik.
3. How Do We Do ? Bagaimana Kita Melakukannya ?
Yang pasti ‘Ibda bi Nafsika’ berawal dari diri sendiri. Sehingga persepsi positif yang muncul tentang diri kita ‘kesesuaian apa yang dilakukan dengan yang dikatakan’ muncul dengan sendirinya dari orang lain. Tak salah lagi, bila diri kita memang pantas dijadikan contoh -tauladan- bagi yang lain bila tingkah laku keseharian kita mencerminkan nilai kebenaran dan kebaikan.
Metode untuk membangun citra lainnya adalah dengan ;
Cobalah menanyai diri ..
a. Who are you ? Who am I ? Siapakah Aku ?
b. Where do you want to go ? Kemana Anda ingin pergi (Apa tujuan Anda) ?
c. Where are you ? Dimana Anda Berada ?
d. Why are you there ? Mengapa Anda Berada di sana ?
e. Then Leave it to the professional – Menuju profesionalisme
f. Involved – berkreasi, berkembang
g. Self evaluating – lakukan evaluasi diri
Citra Diri kita terbagi menjadi 3 bagian ;
1. Citra Diri Saat ini
Bentukan citra diri kita yang diperoleh dari hasil perenungan, meditasi, muhasabah. Bertanya pada sang aku yang tersembunyi dalam diri. “Seperti apakah aku ?”
2. Citra Diri Menurut Orang Lain
Bentukan citra diri kita berdasarkan cara pandang orang lain terhadap kita. Bertanyalah, “Bagaimana menurut Anda, aku ini ?”
3. Citra Diri Ideal
Bentukan citra dari Model yang ideal (Muhammad Saw) yang hendak dicapai. Atau berdasarkan nilai-nilai yang terkandung dalam Al Qur’an dan Hadits Rasulullah.
Bagaimana Membangun Citra Positif ?
1. Dekatkan diri pada sumber segala kekuatan – Allah SWT – Pencipta Alam Semesta. Dari Dia-lah cita-cita kita kan terwujud, kemenangan-kemuliaan-kesuksesan.
2. Konsumsilah selalu mineral kehidupan yang terdapat dalam Kitab Suci –Al Qur’an dan Sunnah
3. Rawatlah dan dengarkanlah selalu Suara Hati Nurani yang jernih dalam diri Anda, sebab kebenaran sejati datangnya dari sumber yang dekat dengan Ilahi yaitu Hati.
4. Pastikan Anda memang sample-contoh-tauladan bagi orang lain sehingga setiap apa yang Anda katakan dan lakukan berdampak pada persepsi dan perilaku orang lain. Berhati-hatilah !
5. Binasakan segala sifat buruk yang Anda rasakan. Do it now !
6. Rangkailah simpul-simpul persahabatan dengan orang lain, tebar kepedulian Anda dan berbagilah dengan sesama.
7. Rajin melakukan refleksi diri-muhasabah-evaluasi dan bercermin kepada ‘Sang Aku’
“You are what you are” - “You are what you think”
Bagaimana kita mampu menyadarkan orang lain jika kita memiliki potensi dan kompetensi ?
1. Kenalilah diri Anda (who am I ?)
2. Potensi yang Anda miliki. Cobalah cari tahu kekuatan yang Anda miliki. Asahlah kekuatan yang kita miliki. Sale it ! Personal Selling.
3. Susun Visi dan Misi Diri. Posisikan diri Anda di berbagai aktivitas
4. Jadilah orang yang pertama dalam ingatan orang lain
5. Jangan biasakan Anda menilai buruk orang lain
6. Buat human relationship
7. Bentuk karakter etos kerja
8. Beranilah mengkomunikasikan nilai positif yang dimiliki dengan tindakan – tak sekedar kata-kata.
9. Pahami orang lain sehingga orang lain pun memahami kita
10. Berikan Bukti – Bukan Janji
Untuk merubah citra yang ada tergantung pada :
• Capacity to change (kapasitas untuk berubah)
• Process driven capacity (kapasitas yang dipacu oleh proses)
• Model driven capacity (kapasitas yang dipacu oleh model)
• Capacity for Learning (kemampuan belajar)
• Self promotion (kemampuan mempromosikan diri)
“ Actions speaks louder than words “
Bagaimana agar Orang lain mengetahui perubahan kita ?
Carilah tahu;
• How to sell your image ?
• How to sell your idea (knowledge) ?
• How to communicate ?
• How to take care a relationship ?
Image is Man to man relationship, person to person relationship
Citra diri kita menentukan cara pandang orang lain terhadap kita
Hambatan dalam membangun citra
Orang sering bercermin untuk memperbaiki penampilan fisiknya (ini lebih baik dari pada tak pernah bercermin). Saat di kamar tidur setelah bangun tidur ia bercermin, di dalam kamar mandi ia bercermin, sehabis mandi untuk memperbaiki penampilan iapun bercermin, ingin berangkat kerja, bercermin lagi, dijalan saat macet melirik ke cermin mobil, turun dari mobil melihat kaca mobil pun ia bercermin kembali. Namun sangat disayangkan jarangnya manusia bercermin pada hatinya. Bercermin pada hati ialah melihat seberapa buruknya diri ini takala kehidupan masa lalu diisi dengan rekening keburukan, dan memprediksikan diri ini untuk masa datang apakah kesuksesan akan diraih atau keterpurukan ?
Bercermin pada diri hingga kita mengetahui segala kekurangan dan kelebihan kita sehingga kita tak semena-mena di dalam menjalani kehidupan ini. Hambatan terbesar dalam diri kita takala kita mengetahui bahwa citra kita buruk dimata orang lain adalah malasnya kita beranjak dari ‘comfort zone’ yang telah melenakan kita, habbits yang menidurkan kita.
“Dreams will show you where you are and where you are going. They reveal your destiny.”
(Carl Jung)
The problem is …
- Kita sibuk melihat orang lain, lupa melihat diri kita
- Kita selalu ingin menjadi orang lain, seolah-olah orang lain lebih baik dari kita
- Profesionalime kita masih rendah
- Membuat kesimpulan begitu cepat tanpa memahami apa dan bagaimana
- Bertindak seenaknya
- Minimnya proses komunikasi
- Banyak lawan kita yang memang memiliki maksud buruk dengan menceritakan atau memberikan informasi yang tidak relevan atau tidak valid.
Semua itu berawal dari diri kita. Orang lain ingin mencitrakan baik tentang kita, maka terlebih dahulu kita memancarkan sinar-sinar kebaikan itu untuk mereka.
Bagaimana merawat Citra Positif ?
Bagaimana agar citra yang ingin dibangun atas dasar cara pandang orang lain bisa semakin kuat ?
1. Dengan konsistensi –istiqomah- menjalankan dengan kontinyu, terus menerus
2. Bentuk budaya dan aktifitas kerja. Bekerjalah secara professional
3. Senantiasa lakukan evaluasi
4. Bergaulah dengan orang soleh
5. Tepatkan janji. Jangan membiasakan diri menggunaka ‘jam karet’
6. Pahami dulu setiap persoalan barulah mengambil kesimpulan
7. Berbuatlah jujur – jujur pada diri sendiri dan pada orang lain.
8. Selalu berpikir positif
9. Tumbuhkan jiwa bertanggungjawab
10. Jaga suasana hati, sikap- prilaku, dan lisan
Lihat skema 1.
Bagaimana agar bisa mengakomodasikan hal baru / modernitas ?
Dengan menempatkannya sebagai tambahan yang dapat memperkaya khasanah bukan sebagai pengganti, jika itu bernilai baik.
“ The eagle will never soars too high with his own wings. “
Kesimpulan
“ Be your self”
Jadilah Orang-orang yang memiliki criteria ‘5 ar’
- Benar (Spiritual)
- Sabar (Emosional)
- Pintar (Intelektual)
- Segar (Fisikal)
- Pakar (Manajerial)
Bekerja dan beraktifitas dengan ‘5 as’
- Kerja Ikhlas (Spiritual)
- Kerja Mawas (Emosional)
- Kerja Cerdas (Intelektual)
- Kerja Keras (Fisikal)
- Kerja Tuntas (Manajerial)
Prove It – Not Just Promises
Not Just Talk … But Prove it
Jaga reputasi …
- identitas diri
- penampilan
- inner beauty
- kewibawaan
- gaya kerja
- komunikasi
Reputasi mencerminkan persepsi publik terkait dengan tindakan kita yang telah berlalu, aapa yang dilakukan saat ini, dan prospek rencana kita di masa datang.
“Setitik Noda – Merusak Susu Sebelanga.”
Sumber Referensi ;
- Majalah Manajemen Januari 2000
- Ceramah Aa Gymnastiar
- Renungan Gede Prama
- Kilatan Ide ‘Sang aku’
Manusia dalam Cermin
• Bila Anda telah mendapatkan apa yang anda inginkan…..
• Dan dunia telah membuat Anda bagaikan raja dalam sehari,
• Pergilah bercermin dan tataplah sosok di dalam cermin itu…….
• Lihatlah apa yang dimiliki oleh orang tersebut
• Karena bukanlah ayah, ibu, atau isteri seseorang yang penilaiannya terhadap diri Anda membuat anda lulus.
• Manusia yang sepanjang hidupnya membuat keputusan berharga adalah bayangan orang yang menatap kembali dari cermin itu.
• Ia adalah manusia yang hendak dipuaskan……
• Karena ia ada bersama Anda hingga akhirnya
• Anda telah berhasil melewati ujian yang berbahaya
• Jika manusia di dalam cermin itu adalah kawan Anda
• Kapan saja Anda dapat menipu seluruh dunia….
• Kapan saja Anda mendapatkan pujian dan tepuk tangan ketika anda lewat….
• Tapi hanya tangisan dan sakit hati yang akan Anda peroleh….
• Jika Anda menipu manusia yang ada di dalam cermin itu…
Aktivasi Otak tengah bukan Magis
Otak tengah yang teraktivasi memancarkan gelombang otak yang mirip seperti radar. Hal ini membuat pemiliknya mampu melihat benda dalam keadaan mata tertutup. Pada dasarnya, gelombang tersebut terletak di bawah hidung. Hanya mampu mendeteksi benda yang terletak sedikit di bawah hidung.
Latihan yang teratur dapat membuat sang anak menjadi lebih kuat dan mampu melihat benda yang terletak lebih tinggi lagi. Bahkan ada beberapa anak yang dapat medeteksi sampai 360 derajat. Hal itu berarti mereka dapat mendeteksi benda yang terletak di belakang, atas dan semua arah.
Training aktivasi otak tengah telah mulai dilakukan di Indonesia. Saat ini belum banyak orang yang mengetahui keberadaan dari training ini. Training biasanya dilakukan selama 2 hari. Pada saat itu juga biasanya dilakukan training untuk para orang tua. Seperti juga bidang keahlian lainnya, orang tua berperan besar untuk dapat membantu anak mengembangkan potensi otak tengah mereka. Seorang anak dengan otak tengah yang kuat, diharapkan dapat mengembangkan otak kanan dan otak kiri secara lebih maksimal sehingga mereka dapat masuk kategori jenius. Bukan hanya dalam otak kiri (IQ, intelektual) , atau otak kanan (emosional, EQ) tetapi juga dalam ‘Loving Inteligence’. Mereka adalah individu yang seimbang dan mengasihi orang lain seperti sang pencipta mengasihi dia.Pelatihan training aktivasi otak tengah ini hanya dapat dilakukan untuk anak umur 5 – 15 tahun saja.
Manajemen Waktu
WAKTU, SEPENTING APAKAH ENGKAU?
Waktu adalah sumber daya yang sering sekali tidak dimanfaatkan dengan baik, semua itu terjadi walaupun di satu sisi setiap orang menyadari bahwa waktu adalah sesuatu yang tak dapat terulang, tak mungkin dipinjamkan dan juga tak mungkin disimpan. Waktu hanya mempunyai dua kemungkinan, yaitu dimanfaatkan dan diinvestasikan atau disia-siakan baik itu dalam lingkup yang kecil seperti pribadi maupun lingkup yang lebih luas hingga Negara.
Alkisah Ada 3 orang manusia yang diberi waktu yang sama yaitu 24 jam sehari tanpa ada yang dilebihkan maupun dikurangi, tetapi ke-3 orang ini melakukan kegiatan atau aktivitas yang berbeda-beda baik itu kualitas maupun kuantitasnya, si A mampu melaksanakan 1000 aktivitas, si B hanya melaksanakan 500 pekerjaan dan si C ternyata hanya mampu menyelesaikan 1 pekerjaan dengan waktu yang diberikan secara adil yaitu 24 jam, mengapa bisa demikian? padahal mereka sama-sama manusia yang memiliki potensi dan ternyata waktu yang diberikanpun sama tanpa ada yang didzolimi, dapatlah kita ambil pelajaran dari kisah diatas bahwasanya banyak atau tidaknya dan bermanfaat atau tidaknya aktivitas kita dalam suatu waktu tergantung bagaimana kita mengaturnya. Hasan Al Banna mengatakan : “lebih banyak kewajiban dibandingkan waktu yang tersedia”, waktu akan senantiasa mengiringi diri kita, didalamnya ada aktivitas yang sudah kita lakukan, sedang kita lakukan dan yang akan kita lakukan, oleh karena itu aturlah waktu dan tentukan skala prioritasnya sehingga waktu kita adalah waktu yang diisi oleh kegiatan yang bermanfaat.
“Barangsiapa hari ini lebih baik dari kemarin maka ia termasuk orang yang beruntung, barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka ia termasuk orang yang merugi, barangsiapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka ia termasuk orang yang celaka”
(Perkataan Ali Ra)
Seorang penyair berkata,
“Seseorang bergembira dengan perginya malam
Padahal perginya malam berarti perginya sebagian dirinya.”
Seorang penyair lain berkata,
“Kita merasa gembira dengan hari – hari yang kita lewati
padahal setiap hari yang lewat adalah bagian dari usia kita.”
Penyair yang lain berkata,
“Setiap hari yang lewat mengambil sebagian diriku
mewariskan kerugian bagi hati dan terus berlalu.”
WAKTU PUNYA KARAKTER LHO !!!
Menurut Dr. Yusuf Qordhawi waktu mememiliki karakteristik yang apabila kita pahami mudah-mudahan menjadikan kita masuk kedalam segolongan kecil dari manusia yang akan bersemangat untuk memanfaatkannya sebaik mungkin.
BERLALU DENGAN CEPAT
Sebuah pepatah arab mengatakan bahwasanya waktu itu berjalan bagaikan perjalanan awan, ia berlari bagaikan angin baik saat senang maupun disaat susah, diwaktu sedih maupun gembira, jika ada yang mengatakan hari – hari gembira itu berlalu cepat dan hari – hari sedih berlalu amat lambat, itu hanyalah perasaan seseorang saja bukan keadaan sebenarnya.
TIDAK AKAN PERNAH KEMBALI DAN TIDAK DAPAT DIGANTI
Ini adalah ciri yang lain dari waktu, ketika ia berlalu maka ia hanya akan menjadi kenangan menjadi penggalan peristiwa apakah itu peristiwa yang bermanfaat atau peristiwa yang sia –sia tergantung kepada kita bagaimana mengisinya, banyak manusia yang telah lanjut usia mengharapkan untuk kembali lagi kemasa mudanya,namun harapan mereka sia – sia karena masa muda tak akan pernah kembali.
SESUATU YANG SANGAT BERHARGA (MAHAL)
Para pemuda peradaban barat mengalami keterpurukan bisa dikatan mereka mengalami kekosongan generasi “the Lost Generation” para pemuda sibuk dengan kegiatan yang sia-sia seperti freesex, aktivitas untuk ketenaran, sensasi murahan dan mencari perhatian masyarakat, berkelompok mendirikan gang-gang yang merusak.
“Raihlah lima perkara sebelum datangnya yang lima : 1. Hidupmu sebelum matimu, 2. Sehatmu sebelum sakitmu, 3. Kesempatamu sebelum sibukmu, 4. mudamu sebelum tuamu, 5. dan kayamu sebelum miskinmu” (HR. Ibnu Abbas)
Hasan Al Banna mengatakan :” Waktu adalah kehidupan. Dan kehidupan seseorang tidak lain adalah waktu yang dihabiskannya sejak ia lahir hinga ajal menjemputnya”
Ingatlah bahwa waktu adalah sumber daya yang paling berharga yang tak mungkin tergantikan serta tak mungkin disimpan tanpa digunakan
WAKTU, GIMANA NGATURNYA YACH
1. Tumbuhkan kesadaran pentingnya Manajemen Waktu
Kenali diri kita apakah pekerjaan kita sudah terorganizir dengan baik, kalau jawabannya belum maka kita harus memulai megorganizir pekerjaan kita kalau jawabannya sudah, apakah pola atau strategi (manajemen waktu) yang kita buat itu sudah efektif? Mari kita Introspeksi diri kita sendiri sehingga dengan demikian kita dapat mengetahui kondisi dahulu kelebihan dan kekurangannya dan itu dapat kita jadikan cambuk dan motivator unuk lebih baik kedepan
2. Wahai pemuda bersemangatlah
Bersemangatlah untuk menjadi lebih baik, bersemangatlah untuk dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, yakinlah pada diri sendiri, katakanlah saya bisa dan cobalah untuk senantiasa kontinyu.
3. Buatlah rencana hidup berupa cita-cita atau harapan kedepan
Setelah kita sadar dan bersemangat untuk menatap hari depan yang lebih baik maka tentukanlah cita-cita atau harapan kedepan, apa yang ingin kita raih baik itu yang sifatnya jangka panjang (> 5 tahun) maupun jangka pendek (limit waktu 1 – 5 tahun)
4. Tentukan langkah-langkah yang akan diambil untuk merealisasikan cita - cita kita dalam bentuk kerja- kerja
Cobalah untuk menjadikan cita-cita dan harapan kita terwujud dengan menentukan langkah-langkah kecil namun pasti untuk mencapai cita-cita atau harapan kita, “sesuatu yang besar berasal dari rangkaian yang kecil”.
5. Alokasikan waktu (jelas ada deadline)
Jangan lupa tentukan batas waktu dari langkah-langkah kecil tadi sehingga kerja – kerja kita dapat terpantau dengan baik dan tidak adanya ”tubrukan” kerja satu dan lainnya, semuanya penting dan tidak ada yang mendesak karena semua pekerjaan jelas jadwalnya
6. Tentukan skala prioritas dari pekerjaan kita
Tentukan mana pekerjaan yang harus didahulukan dan mana yang dapat ditangguhkan dengan parameter pekerjaan itu penting-tidak penting dan mendesak-tidak mendesak
Penting Tak penting
Mendesak Mendesak
Penting Tak Penting
Tak Mendesak Tak Mendesak
7. Adakan perangkat-perangkat atau sarana manajemen waktu, seperti : time organizer, kuadran skala prioritas, papan jadwal dll
8. Pahami prinsip Repeto (20 % kita melakukan pekerjaan kita maka itu berarti kita sudah merealisasikan cita – cita atau harapan kita sebesar 80%)
9. Jangan lupa berdoa dan berserah diri
Prolog berdialog dengan “ satu detik”
Pada suatu hari aku duduk dan menghadap hati ini kehadirat Allah sambil menyesali rentangan usia yang telah kulalui, kupanggil satu detik dari waktu hidupku, aku katakan kepadanya :
Aku : Aku harap agar engkau mau kembali lagi kepadaku, supaya aku dapat menggunakanmu
untuk berbuat kebajikan
Waktu : Sesungguhnya tidak ada waktu yang sudi berkompromi untuk berhenti
Aku : Wahai detik………..aku memohon, kembalikan padaku agar aku dapat memanfaatkanmu
dan mengisi kekuranganku pada dirimu
Waktu : Bagaimana aku dapat kembali kepadamu, padahal aku telah tertutup oleh perbuatan-
perbuatanmu
Aku : Coba lakukanlah hal yang mustahil itu dan kembalilah padaku. Betapa banyak detik-detik
selain kamu yang juga aku sia-siakan?
Waktu : Seandainya kekuasaan ada ditanganku, pastilah aku kembali padamu, namun tiada
kehidupan bagiku dan itu terlipat oleh lembaran-lembaran amalmu dan diserahkan kepada
Allah SWT
Aku : Apakah mustahil, jika engkau kembali lagi kepadaku, padahal saat ini engkau sedang
berbicara kepadaku?
Waktu : Sesungguhnya detik-detik dalam kehidupan manusia ada yang dapat menjadi kawan
setianya dan adakalanya ia menjadi musuh besarnya.Aku adalah termasuk detik-detik yang
menjadi musuh besarmu dan yang bahkan menjadi saksi atas kamu di hari kiamat kelak.
Mungkinkah akan bertemu, dua orang yang saling bermusuhan?
Aku : Aduh, alangkah menyesalnya aku, betapa aku telah sering menyia-nyiakan detik-detik
dalam perjalanan hidupku, tetapi sekali lagi aku mohon sekiranya engkau sudi kembali
kepadaku, niscaya aku akan beramal saleh “didalammu” yang pernah aku tinggalkan
Maka detik itu pun terdiam, tidak mengeluarkan sepatah katapun. Aku pun lantas memanggilnya :
Aku : Wahai detik, tidaklah engkau dengar panggilanku?kumohon jawablah………..
Waktu : Wahai orang yang lalai akan dirinya, wahai orang yang menyia-nyiakan waktu-
waktunya……..tahukah kamu, saat ini demi mengembalikan satu detik saja, sesungguhnya
engkau telah menyia-nyiakan beberapa detik dari umurmu, mungkinkah engkau dapat
mengembalikan mereka pula? Namun aku hanya dapat berpesan kepadamu “
sesungguhnya segala perbuatan yang baik itu dapat menghapus (dosa) segala perbuatan
yang buruk” Maka wahai sahabatku bersegeralah………….beramallah, bersungguh-
sungguhlah, bertaqwakal kepada Allah dimanapun engkau berada. Ikutilah perbuatan
buruk itu dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik itu akan menghapusnya dan
bergaullah dengan sesama manusia dengan budi pekerti yang luhur.
Nilai Sepotong Besi?
Sepotong besi biasa bernilai 5 dollar
Jika dibuat menjadi sepatu kuda akan bernilai 11 dollar
Jika dibuat jarum akan bernilai 355 dollar
Jika dibuat piasau akan bernilai 2.285 dollar
Jika dibuat jarum jam bernilai 250 ribu dollar
Begitu juga waktu, seperti besi tadi.
Sebesar usaha anda untuk mengatur dan menggunakannya,
Sebesar itu pula pertambahan nilainya.
Senin, 26 April 2010
Manajemen Organisasi
PENGERTIAN
manajemen Organisasi adalah seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain (menurut Mary Follet) atau Proses perencanan, pengorganisasian, pimpinan dan pengendalian upaya anggota organisasi dan penggunaan semu sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
TAHAPAN MANAJEMEN ORGANISASI |
EKSPANSI |
INTERNALISASI |
INTERNALISASI
STRUKTUR KOMUNIKASI
Adanya ineraksi atau hubungan timbal balik antara pengurus organisasi adapun bentuknya bisa berupa Dialog/diskusi antar anggota, Rapat Efektif, |
Pembagian kerja
Pembidangan (departemenisasi)
Bentuk organisasi
Rantai Perintah & kesatuan perintah
Tingkatan hierarki Manajemen
KOMUNIKASI
Komunikasi bagaikan ruh dalam tubuh organisasi tanpa ruh walaupun memiliki struktur yang canggih maka organisasi itu adalah organisasi yang mati, organisasi perlu komunikasi untuk mentransfer info, dari pihak satu ke pihak yang lain, tanpa komunikasi walaupun diisi oleh orang super pintar maka yang ada adalah kebuntuan keasi, oleh karena itu setiap organisasi musti mengoptimalkan dan mengefektifkan sarana komunikasi organisasi diantaranya yang terpenting adalah RAPAT.
PENGSTRUKTURAN
Struktur bagaikan jasad dalam tubuh organisasi, adapun bagian-bagiannya adalah :
· Pembagian Kerja (Job description)
Adanya pembagian kerja, wewenang dan tugas yang jelas dari anggota organisasi yang biasanya ini sudah diberikan diawal kepengurusan suatu organisasi
· Pembidangan (departemenisasi)
Perlunya dibuat bidang-bidang yang berfungsi untuk meringankan pekerjaan dan memfokuskan pekerjaan dalam suatu organisasi
· Bentuk Organisasi
Setiap Organisasi memiliki bentuk Organisasi apakah itu berbentuk Organisasi Lini (Line Organization), Organisasi Fungsional (Funcional Organization), Organisasi lini dan Staff (Line And Staff Organization), Organisasi Komisaris (Commission Organization), Organisasi Matriks (Matrix Organization).
· Rantai Perintah
Jelas adanya wewenang dari seorang pemimpin untuk memberikan komando yang disampaikan secara arif dan bijaksana kepada bawahannya untuk menjalankan roda organisasi dan komando inipun disambut dengan baik oleh bawahan yang didasarkan kepada kesadaran.
· Tingkatan Hierarki Manajemen
1. Manajer Puncak (Top Manajer) adalah manajer yang menetapkan kebijakan – kebijakan (konsep) yng berorientasi pada aplikasi, ex Ketua Umum dll.
2. Manajer Menengah (Middle Manajer) adalah manajer yang mengarahkan bawahan untuk mampu melaksanakan kebijakan – kebijakan yang ditentukan oleh manajer puncak, ex ; Kepala Departemen dll.
3. Manajer Lini Pertama (Bottom Manajer) adalah manajer yang melaksanakan kebijakan –kebijakan yang ada, ex : Anggota bidang yang menjadi Ketua Pelaksana dll.
TINGKATAN MANAJEMEN & KETERAMPILAN MENEJERIAL
Manajer lini Pertama manajer Menengah Manajer Puncak
Konsep Konsep Konsep
Manusiawi |
Manusiawi |
Manusiawi |
Teknis Teknis Teknis
Robert L Katz, seorang pendidik dan manajer perusahaan telah menentukan tiga jenis dasar keterampilan yaitu ; Keterampilan teknis, Manusiawai dan Konseptual
PROSES MANAJEMEN
1. Perncanaan (Planning)
Langkah pertama dalam perencanan adalah memilih sasaran atau tujuan organisasi kemudian tujuan ditetapkan bagi sub-sub organisasi, setelah tujuan ditetapkan program disusun untuk mencapainya dengan cara yang sistematis tentu saja dalam pemilihan tujuan dan penyusunan program dibicarakan dengan seluruh anggota/pengurus dan selalu mempertimbangklan kemungkinan pelaksanaanya dilapangan.
2. Pengorganisasian (Organizing)
Setelah tujuan dan program itu sudah dibuat maka manajer segera merancang dan mengembangkan organisasi yang dapat melaksanakan program itu dengan baik. Intinya pengorganisasian adalah kegiatan membagi-bagi fungsi dan tugas dalam suatu organisasi untuk menlaksanakan program yang dibuat dan mencapai tujuan yang sudah ditentukan
3. Pemimpin (Leading)
Fungsi ini dapat disebut dengan macam-macam nama ; memimpin, mengarahkan, memotivasi dll, tetapi apapun namanya, intinya adalah kemampuan manajer mengkondisikan bawakan untuk dapat melaksanakan program dengan baik berdasarkan pendekatan baik itu psikologis maupun profesionalisme
4. Pengendalian (Controlling)
Manajer melakukan pengawasan atau pengendalian terhadap kerja yang dilakukan oleh bawahannya yang mencakup tiga unsure :
1. Menetapkan Standar Prestasi
2. Mengukur Prestasi sekarang dan membandingkannya dengan standar yang ditetapkan
3. Mengambil tindakan untuk Mengkoreksi Prestasi yang tidak memenuhi standar.