Minggu, 06 Juni 2010

Melihat dengan indera lain (AOT Angkatan I AJI Palembang)

Aktifnya otak tengah akan memudahkan anak memiliki akses yang baik ke otak kiri dan kanannya. Anak-anak usia 5-13 tahun akan mampu belajar membaca dan menghapal benda-benda dengan kecepatan tinggi, meningkatkan daya ingat, dan optimalisasi indra. Hal ini dipelajari dalam simulasi aktivasi otak tengah yang diselenggarakan Anak Jenius Indonesia (AJI) di Meeting Hall Rumah Makan (RM) Sri Melayu, kemarin (30/5).
      Drs Ridwan, salah satu owner AJI di Palembang mengatakan simulasi ini untuk meningkatkan kepekaan anak terhadap informasi dan mampu meresponnya dengan baik. Contohnya, adalah kemampuan anak untuk melihat sesuatu benda dengan mata tertutup.  
      “Dengan mata tertutup, anak-anak dapat mewarnai gambar tanpa keluar garis, bisa membaca dan mengenali huruf, melihat warna dengan bantuan kulit, penciuman dan pendengaran. Bahkan bisa mengendarai sepeda dengan mata tertutup,”ujar Ridwan didampingi owner lainnya, Ikbal.
      Tentu saja, kemampuan ini didapat dengan latihan mengoptimalkan aktivasi otak tengah. Medianya menggunakan teknologi komputer, gelombang audio, pendekatan dan motivasi. “Manfaat aktivasi otak tengah ini adalah bisa meningkatkan konsentrasi, daya ingat, kreativitas, emosi bisa terkendali dan kemapuan belajar meningkat,”tukasnya.
      Ustaz H Yuswar Hidayatullah, salah satu peserta, berharap simulasi ini dapat meningkatkan konsentrasi belajar anaknya. “Saya lihat, simulasi ini dengan pancaindra lain, supaya anak saya Abduh (13), kelas 1 SMP bisa lebih fokus lagi dalam belajar,”ujar anggota Komisi III DPRD Provinsi Sumsel dari PKS ini.(mg41)

Tidak ada komentar: